Kalau sekarang Anda sedang belajar HTML, lalu membuka dokumentasinya, kemungkinan besar reaksinya akan mirip dengan saya dulu.
"Ini banyak juga, ya."
Ada tag untuk judul, paragraf, gambar, tabel, formulir, video, audio, hingga berbagai elemen semantik yang namanya saja kadang bikin lidah sedikit keseleo saat menyebutnya.
Karena itulah saya sempat mengira HTML sejak awal memang sudah serumit sekarang.
Ternyata tidak.
Justru fakta yang cukup mengejutkan adalah versi pertama HTML hanya memiliki 18 tag. Ya, cuma 18. Jumlahnya bahkan kalah banyak dibanding menu minuman di beberapa warung kopi kekinian.
Saat pertama kali mengetahui fakta ini, saya langsung penasaran. Bagaimana mungkin teknologi yang menjadi pondasi miliaran website saat ini dulunya hanya dibangun dari belasan tag sederhana?
Kalau Anda juga penasaran, mari kita ngobrol santai soal sejarah HTML dan bagaimana semuanya bermula.
Awal Mula HTML yang Sangat Sederhana
Kalau berbicara tentang sejarah HTML, kita tidak bisa lepas dari sosok bernama .
Pada sekitar tahun 1991, Tim Berners-Lee memperkenalkan HTML sebagai bagian dari proyek World Wide Web yang sedang ia kembangkan.
Tujuannya sebenarnya sederhana.
Bukan untuk membuat website dengan animasi keren.
Bukan juga untuk membuat landing page yang penuh efek bergerak ke sana kemari.
Melainkan untuk memudahkan para peneliti berbagi dokumen melalui jaringan internet.
Kalau dipikir-pikir, cukup lucu juga. Teknologi yang sekarang dipakai untuk toko online, media sosial, hingga streaming video dulunya dibuat untuk berbagi dokumen penelitian.
HTML Pertama Tidak Mengenal CSS
Ini bagian yang menurut saya cukup menarik.
Saat HTML pertama kali muncul, CSS bahkan belum ada.
Artinya, website pada masa itu tampil sangat sederhana.
Tidak ada warna-warni yang mencolok.
Tidak ada tombol modern.
Tidak ada efek hover yang sering membuat developer merasa bangga setelah berhasil membuatnya bekerja.
Yang ada hanyalah teks, link, dan struktur dokumen sederhana.
Kalau website modern ibarat mobil sport terbaru, maka HTML pertama mungkin lebih cocok dibandingkan dengan sepeda ontel yang masih sangat fungsional tetapi minim fitur tambahan.
Daftar 18 Tag pada Versi Pertama HTML
Meskipun tidak sebanyak sekarang, HTML pertama sudah memiliki beberapa tag yang menjadi pondasi hingga hari ini.
Beberapa di antaranya adalah:
<html><head><title><body><p><h1><h2><h3><a><ul><ol><li>
Dan beberapa tag lainnya yang digunakan untuk mengatur struktur dokumen.
Kalau diperhatikan, banyak tag tersebut masih digunakan sampai sekarang.
Bahkan beberapa di antaranya mungkin baru saja Anda gunakan beberapa menit lalu saat belajar HTML.
Jadi bisa dibilang, meskipun dunia web berubah sangat jauh, sebagian pondasinya masih tetap sama.
Tidak Ada Tag Gambar
Nah, ini fakta yang cukup mengejutkan bagi banyak pemula.
HTML pertama tidak memiliki tag gambar seperti yang kita kenal saat ini.
Artinya, website pada masa awal web sebagian besar hanya berisi teks.
Coba bayangkan membuka internet tanpa foto kucing lucu, tanpa meme, tanpa thumbnail video, bahkan tanpa foto produk.
Rasanya mungkin sedikit aneh bagi kita yang hidup di era visual seperti sekarang.
Tag <img> baru hadir setelah HTML mulai berkembang dan kebutuhan pengguna semakin beragam.
Jadi kalau hari ini Anda bisa melihat gambar di website, ada banyak evolusi yang terjadi sejak HTML pertama kali diperkenalkan.
Kenapa Hanya 18 Tag?
Pertanyaan ini sempat muncul di kepala saya.
Kenapa tidak langsung dibuat puluhan atau ratusan tag?
Setelah membaca beberapa referensi sejarah HTML, jawabannya sebenarnya cukup masuk akal.
Karena kebutuhan saat itu memang belum sebanyak sekarang.
Fokus utama HTML hanyalah menyusun dokumen agar bisa dibaca melalui internet.
Tidak ada kebutuhan untuk membuat galeri foto.
Tidak ada kebutuhan membuat toko online.
Tidak ada kebutuhan membuat dashboard analitik yang penuh grafik.
Jadi 18 tag sudah lebih dari cukup untuk menyelesaikan masalah yang ada saat itu.
Kadang teknologi memang berkembang seperti itu.
Dimulai dari sesuatu yang sederhana, lalu bertambah kompleks seiring bertambahnya kebutuhan manusia.
HTML Modern Sudah Sangat Berbeda
Kalau dibandingkan dengan HTML pertama, versi HTML saat ini terasa seperti dunia yang berbeda.
Sekarang kita memiliki berbagai elemen seperti:
<header><footer><section><article><video><audio><canvas><nav>
Belum lagi dukungan terhadap aksesibilitas, SEO, integrasi JavaScript modern, dan berbagai fitur lainnya.
Jujur saja, kalau Tim Berners-Lee melihat beberapa website modern yang penuh animasi dan efek visual, saya penasaran apakah beliau akan kagum atau malah sedikit bingung.
Karena perkembangan web memang luar biasa cepat.
Pelajaran yang Bisa Diambil dari HTML Pertama
Ada satu hal yang cukup menarik dari kisah ini.
Kadang saat belajar coding, kita merasa harus menguasai semuanya sekaligus.
Harus hafal banyak tag.
Harus memahami semua teknologi web.
Harus tahu framework terbaru.
Padahal sejarah HTML justru menunjukkan hal yang berbeda.
Semuanya dimulai dari sesuatu yang sederhana.
Bahkan pondasi internet modern hanya berawal dari sekitar 18 tag dasar.
Menurut saya, ini menjadi pengingat bahwa belajar tidak harus terburu-buru.
Kalau hari ini Anda baru memahami beberapa tag HTML saja, itu sudah langkah yang bagus.
Karena dunia web yang kita lihat sekarang juga berawal dari langkah kecil yang sama.
HTML yang Sederhana, Dampaknya Luar Biasa
Yang membuat saya kagum bukanlah jumlah tag yang sedikit.
Tetapi bagaimana sesuatu yang sederhana bisa menghasilkan perubahan yang begitu besar.
Dari belasan tag sederhana lahir jutaan website.
Dari dokumen teks sederhana lahir berbagai layanan yang kita gunakan setiap hari.
Dan dari HTML yang sangat sederhana itulah lahir dunia internet modern yang sekarang hampir tidak bisa dipisahkan dari kehidupan kita.
Kadang memang ide besar tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar.
Penutup
Fakta bahwa versi pertama HTML hanya memiliki 18 tag menunjukkan bahwa teknologi web tidak langsung lahir dalam bentuk yang kompleks seperti sekarang. HTML pertama dibuat untuk kebutuhan yang sederhana, tetapi justru menjadi pondasi perkembangan internet modern.
Beberapa hal menarik yang bisa diingat dari artikel ini:
- HTML pertama diperkenalkan sekitar tahun 1991.
- Dibuat oleh Tim Berners-Lee.
- Hanya memiliki sekitar 18 tag.
- Belum memiliki CSS.
- Belum mendukung gambar seperti saat ini.
- Menjadi pondasi World Wide Web modern.
Saat pertama kali mengetahui fakta ini, saya jadi melihat HTML dari sudut pandang yang berbeda. Ternyata teknologi yang sekarang terlihat besar dan kompleks dulunya dimulai dari sesuatu yang sangat sederhana. Dan mungkin itu juga berlaku untuk proses belajar kita hari ini. Tidak harus langsung menguasai semuanya. Yang penting terus bertambah sedikit demi sedikit.
Terima kasih sudah berkunjung ke Blog Adi Prayitno dan membaca artikel Versi Pertama HTML Hanya Punya 18 Tag. Semoga fakta sederhana ini bisa menambah wawasan sekaligus membuat perjalanan belajar HTML terasa lebih menyenangkan.
Versi pertama HTML, sejarah HTML, HTML pertama, perkembangan HTML, tag HTML pertama, HTML tahun 1991, Tim Berners-Lee, awal mula HTML, fakta menarik HTML.

Posting Komentar
Silahkan berkomentar dengan bijak untuk kritik dan saran.
Spam link aktif akan segera saya hapus , Terimakasih.